BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Karbohidrat (‘hidrat dari karbon’, hidrat
arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani ‘sákcharon’ yang berarti “gula”).
Karbohidrat berasal dari kata karbon ( C ) dan hidrat (H2O). Rumus umumnya dikenal sebagaiCnH2nOn. Karbohidrat meliputi zat-zat yang terdapat di alam dan sebagian
besar berasal dari tumbuhan, dimana tumbuhan merupakan sumber makanan yang maha
penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Secara biokimia, karbohidrat adalah
polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan
senyawa-senyawanya bila di hidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi
karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam
tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan
makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi
pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).
Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubahkarbondioksida menjadi karbohidrat. Klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan energi
matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air
(H2O) yang berasal dari tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di
dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian.
Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2
dan H2O dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui
fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari
unsur-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat berfungsi sebagai
penghasil energi dan karbohidrat merupakan sumber kalori bagi organisme
heterotrof.
Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat
gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap gramnya
menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar, namun
karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok,
terutama pada negara sedang berkembang. Di negara sedang berkembang karbohidrat
dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin
bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya
sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung
karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak
maupun protein
Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia
(beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang
tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel karena penyusun sel
terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C),
hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat memiliki fungsi
sebagai bahan baku sumber energi baik pada hewan, manusia dan tumbuhan.
Sumber
karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan
karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada
tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui
proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun
(klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari
tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai.
Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah
tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang
khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan menimbulkan masalah.
Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan sehari untuk mencegah
terjadinya ketosis. Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan keseimbangan
tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.
B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
- Mengetahui apa yang dimaksud dengan karbohidrat
- Mengetahui jenis-jenis karbohidrat
- Mengetahui sifat-sifat pada karbohidrat
- Mengetahui manfaat karbohidrat
- Mengetahui sumber makanan yang mengandung karbohidrat
- Mengetahui dampak kelebihan karbohidrat pada manusia
- Mengetahui dampak kekurangan karbohidrat pada manusia
C. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah:
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah:
- Dapat memahami apa yang dimaksud dengan karbohidrat
- Dapat memahami jenis-jenis karbohidrat
- Dapat memahami sifat-sifat yang dimiliki oleh karbohidrat
- Dapat memahami manfaat karbohidrat
- Dapat memahami sumber makanan yang mengandung karbohidrat
- Dapat memahami dampak kekurangan karbohidrat pada manusia
- Dapat memahami dampak kekurangan karbohidrat pada manusia
D. Permasalahan
- Apa yang dimaksud dengan karbohidrat?
- Apa saja jenis-jenis dari karbohidrat?
- Sifat apa saja yang dimiliki oleh karbohidrat?
- Apakah manfaat dari karbohidrat?
- Dari manakah sumber karbohidrat?
- Dampak apa yang ditimbulkan dari kelebihan karbohidrat pada manusia?
- Dampak apa yang ditimbulkan dari kekurangan karbohidrat pada manusia?
BAB II
PEBAHASAN
A.
Pengertian
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul yang
tersusun atas unsur karbon ( C ), hidrogen ( H ), dan oksigen ( O ).
Karbohidrat merupakan senyawa organik. Memiliki rumus senyawa CnH2nOn
Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari
beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian
besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari,
terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk
glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa
hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari
basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintesis di dalam sel-sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan
sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak
akan dijumpai.
Pada proses fotosintesis, klorofil pada
tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan enersi matahari untuk membentuk
karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O) yang berasal dari
tanah. Energi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi,
buah dan biji-bijian.
Jadi, karbohidrat adalah hasil sintesis CO2 dan
H2O dengan bantuan sinar mataharidan zat hijau daun (klorofil) melalui
fotosintesis. Karbohidrat merupakan suatu molekul yang tersusun dari
unsure-unsur karbon, hydrogen, dan oksigen. Rumus umumnya adalah CnH2nOn.
Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi. Karbohidrat merupakan sumber
kalori bagi organisme heterotrof. Setiap gramnya menghasilkan 4 kalori.
Karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori. Daerah miskin bisa
mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju hanya sekitar 40-60%. Karbohidrat
banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya),
serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam.
B.
Klasifikasi
karbohidrat dan metabolisme karbohidrat

Karbohidrat yaitu senyawa
organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Terdiri atas unsur C,
H, O dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, 1 atom O. karbohidrat banyak
terdapat pada tumbuhan dan binatang yang berperan struktural & metabolik.
sedangkan pada tumbuhan untuk sintesis CO2 + H2O yang akan menghasilkan
amilum/selulosa, melalui proses fotosintesis, sedangkan Binatang tidak dapat
menghasilkan karbohidrat sehingga tergantung tumbuhan. karbohidrat merupakan
sumber energi dan cadangan energi, yang melalui proses metabolisme.
Banyak sekali makanan yang kita
makan sehari hari adalah suber karbohidrat seperti : nasi/beras, singkong,
umbi-umbian, gandum, sagu, jagung, kentang, dan beberapa buah-buahan lainnya,
dll.
Rumus umum karbohidrat yaitu
Cn(H2O)m, sedangkan yang paling banyak kita kenal yaitu glukosa : C6H12O6,
sukrosa : C12H22O11, sellulosa : (C6H10O5)n
C.
Klasifikasi Karbohidrat
Karbohidrat yang penting dalam
ilmu gizi dibagi dalam 2 golongan, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat
kompleks.
1.
Karbohidrat
sederhana
Penggolongan karbohidrat yang paling sering dipakai dalam ilmu gizi
berdasarkan jumlah molekulnya.
a.
Monosakarida
Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu, sacchar: gula) adalah senyawa
karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Dalam arti molekulnya
hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan
cara hidrolisis dalam keadaan lunak menjadi karbohidrat lain. Beberapa
monosakarida mempunyai rasa manis. Sifat umum dari monosakarida adalah larut
air, tidak berwarna, dan berbentuk padat kristal. Beberapa monosakarida yang
penting, yaitu :
1)
Glukosa, adalah suatu aldoheksosa dan
sering disebut dekstrosa (gula anggur) karena mempunyai sifat
dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan. Terdapat didalam sayur, buah,
sirup jagung dan bersamaan dengan fruktosa terdapat dalam madu. Tubuh hanya
dapat menggunakan glukosa dalam bentuk D. Glukosa murni yang ada di pasaran
biasanya diperoleh dari hasil olah pati. Glukosa memegang peranan sangat
penting dalam ilmu gizi. Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan pati,
sukrosa, maltosa dan laktosa pada hewan dan manusia . dalam proses metabolisme
glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar dalam tubuh dan didalam sel
merupakan sumber energi. Dalam keaadaan normal sitem saraf pusat hanya dapat
menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Glukosa dalam bentuk bebas hanya
terdapat dalam jumlah terbatan dalam bahan makanan. Glukosa dapat dimanfaatkan
untuk diet tinggi energi. Tingkat kemamisan glukosa hanya separuh dari sukrosa
sehingga dapat digunakan lebih banyak untuk tingkat kemanisan yang sama.
2)
Fruktosa, suatu ketoheksosa yang
mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga
levulosa (gula buah). Memiliki tingkat kemanisan gula yang paling manis. Gula
ini terutama terdapat dalam madu bersama glukosa, dalam buah, nektar bunga, dan
juga dalam sayur. Fruktosa dapat diolah dari pati dan digunakan secara
komersial sebagai pemanis. Minuman ringan banyak menggunakan sirup
jagung-tinggi-fruktosa sebagai pemanis. Didalam tubuh, fruktosa merupakan hasil
pencernaansakrosa.
3)
Galaktosa, merupakan monosakarida yang
tidak terdapat bebas di alam seperti halnya glukosa dan fruktosa., akan tetapi
terdapat dalam tubuh sebagai hasil pencernaanlaktosa.
4)
Pentosa, merupakan aldopentosa dan
tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam. Merupakan bagian sel-sel semua bahan makanan alami. Jumlahnya sangat kecil, sehingga tidak
penting sebagai sumber energi. Ribosa dan doksiribosa merupakan bagian asam
nukleat dalam inti sel. Karena dapat disintesis oleh semua hewan, ribosa dan
deoksiribosa tidak merupakan zat gizi esensial.
b.
Disakarida
Disakarida, merupakan suatu molekul yang dibentuk oleh
dua molekul monosakarida yang berikatan satu sama lain. Disakarida merupakan
jenis karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh manusia di dalam kehidupan
sehari-hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk dari gabungan 2 molekul
monosakarida. Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa,
laktosa dan trehalosa.
1)
Sukrosa, atau gula yang kita kenal
sehari-hari, baik yang berasal dari tebu maupun dari bit. Selain pada tebu dan
bit, sukrosa terdapat pula pada turnbuhan lain, rnisalnya dalarn buah nanas dan
dalam wortel. Dengan pencernaan atau hidrolisis sukrosa akan terpecah dan
menghasilkan glukosa dan fruktosa yang disebut gula invert.
2)
Maltosa, atau gula gandum tidak terdapat
bebas dalam alam, merupakan disakarida yang terbentuk dari dua unit glukosa yang bergabung.
3)
Laktosa, atau gula susu merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih
sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam
kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu
keseluruhan. Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis ( 1/6 dari
manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain.
4)
Trehalosa, seperti juga maltosa, terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal
sebagai gula ja-mur. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri
c.
Gula Alkohol
Gula alkohol terdapat didalam alam dan dapat
pula dibuat secara sintesis. Gula alkohol atau poliol didefinisikan
sebagai turunan sakarida yang gugus keton atau aldehidnya
diganti dengan gugus hidroksil. Poliol adalah pemanis bebas gula. Poliol adalah
karbohidrat tetapi bukan gula. Tidak seperti pemanis berpotensi tinggi seperti
aspartame
Secara kimia, poliol disebut alkohol polihidrat
atau gula alkoholkarena bagian dari struktur poliol menyerupai gula dan bagian
ini mirip dengan alkohol. Tetapi pemanis bebas gula ini bukan gula dan juga
bukan alkohol. Poliol diturunkan dari karbohidrat yang gugus karbonilnya
(aldehid atau keton, gula pereduksi) direduksi menjadi gugus hidroksi primer
atau sekunder. Poliol mempunyai rasa dan kemanisan hampir sama dengan gula tebu
(sukrosa), bahkan beberapa jenis lebih manis. Poliol diturunkan dari gula
tetapi tidak dimetabolisme seperti halnya metabolisme gula oleh tubuh. Beberapa
keuntungan penggunaan poliol yaitu:
1)
Makanan yang ditambahkan poliol kalorinya lebih
rendah dan bebas gula daripadamakanan yang tidak ditambah poliol.
2)
Rasa poliol seperti gula pada umumnya (gula
tebu atau sukrosa)
3)
Kalorinya lebih rendah daripada gula
4)
Tidak menyebabkan kerusakan gigi
d.
Oligosakarida
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-molekul
monosakarida yang jumlahnya antara 2 sampai dengan 10 molekul monosakarida (oligo bererti sedikit). Sehingga oligosakarida dapat berupa disakarida, trisakarida dan
lainnya. Oligosakarida secara eksperimen banyak dihasilkan dari proses hidrolisa
polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida yang secara alami terdapat di
alam
1)
Trisakarida, merupakan oligosakarida yang terdiri atas tiga molekul
monosakarida.Contoh dari trisakarida adalah rafinosa. Rafinos adalah suatu
trisakarida yang penting,terdiri atas 3 molekul monosakarida yang
berikatan,yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galtosa
berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya aom karbon 1 pada
glukosa berikatan dengan atom karbon 2pada fluktosa.( Poedjiadi , 2006 )
2)
Tetrasakarida, merupakan oligosakarida yang terbentuk dari empat molekul
monosakarida.Stakiosa adalah suatu tetra sakarida. Dengan jalan hidrolisis
sempurna, stakiosa menghasilkan 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa dan 1
molekul fruktosa.Pada hidrolisis parsial dapat dihasilkan fruktosa dan
monotriosa suatu trisakarida.Stakiosa tidak mempunyai sifat mereduksi. ( Poedjiadi , 2006 )
3)
Rafinosa, stakiosa, dan
verbaskosa adalah oligosakarid, merupakan oligosakarida yang terdiri atas
unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini
tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim pencernan. Seperti halnya pada
polisakarida nonpati, oligosakarida ini didalam usus besar mengalami fermentasi.
Oligosakarida ini banyak terdapat di dalam biji tumbuh-tumbuhan dan
kacang-kacangan.
4)
Fruktan, merupakan sekelompok
oligosakarida dan polsisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang
terikat dengan satu molekol glukosa. Frukten terdapat dlam serealia, bawang
merah, bawang putih dan asparagus. Sebagian besar fruktan juga difermentasi
dalam usus besar.
2.
Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat Kompleks terdiri atas :
a.
POLISAKARIDA
Karbohidrat kompleks ini dapat
mengandung sampai 3000 unit gula sederhana yang tersusun dalam bentuk rantain
panjang lurus atau bercabang. Gula sederhana ini terutama glukosa. Jenis polisisakarida yang penting dalam ilmu gizi yaitu ; pati, dekstrin, dan glikogen
1)
Pati / amilum, merupakan bentuk simpanan
karbohidrat dalam tumbuh- tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang
dikonsumsi manusia diseluruh dunia. Pati terutama terdapat dalam padi-padian,
umbi-umbian,serealia dan biji-bijian. Jagung, beras dan gandum kandungan
amilumnya lebih dari 70% pati, pada kacang-kacangan
sekitar 40% sedangkan pada ubi, talas, kentang, dan singkong 20-30%. Amilum
tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk
cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut
"gelatinisasi" atau mengembang.
2)
Dekstrin, merupakan zat antara dalam
pencernaan pati (pemecahan amilum). Molekulnya lebih sederhana, Lebih mudah
larut di dalam air. Dekstrin maltosa, suatu produk hasil hidrolisis parsial
pati, digunakan sebagai makanan bayi karena tidak mudah mengalami fermentasi
dan mudah dicerna.
3)
Glikogen, atau disebut pati hewan
merupakan bentuk simpanan karbohidrat didalam tubuh manusia dan hewan, terutama
terdapat dalam hati dan otot. Glikogen dalam otot hanya dapat digunakan untuk
keperluan energi di dalam otot tersebut, sedangkan glikogen dalam hati dapat
digunakan sebagai sumber energi untuk semua keperluan sel tubuh. Glikogen
terdiri dari unit- unit glukosa, yang lebih mudah di pecah. Tubuh memiliki
kapasitas terbatas untuk menyimpan glikogen yaitu hanya sebanyak 350 gram.
kelebihan glukosa dalam bentuk glikogen akan diubah menjadi lemak dan disimpan
dalam jaringan lemak. Glikogen ini hanya terdapat di dalam makanan yang berasal
dari hewan dalam jumlah terbatas.
b.
Serat (Polisakarida Nonpati)
Serat adalah polisakarida nonpati yang menyatakan polisakarida dinding sel. Ada
dua golongan serat, yaitu yang tidak dapat larut dan dapat larut dalam air.
Serat yang tidak dapat larut dalam air adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Serat yang larut dalam air adalah pektin, gum, dan mukilase.
Serat yang tidak dapat larut dalam air ;
Selulosa, merupakan bagian utama
dinding sel tumbuh- tumbuhan yang terdiri atas polimer linear panjang hingga
10.000 unit glukosa terikat dalam bentuk ikatan beta. Selulosa berfungsi
melunak-kan dan memberi bentuk pada fases karna mampu meyerap air, sehingga
membantu gerakan peristaltik usus, dengan demikian membantu defekasi dan
mencegah konstipasi (sembelit).
Hemiselulosa, merupakan bagian utama serat
serealia yang terdiri atas pilomer bercabang heterogen heksosa, pentosa dan
asam uronat.
Lignin, terdiri atas pilomer
karbohidrat yang relatif pendek yaitu antara 50-2000 unit. Lignin memberi
kekuatan pada struktur tumbuh-tumbuhan oleh karena itu, lignin merupakan bagian
keras dari tumbuh-tumbuhan. Sehingga jarang dimakan. Lignin terdapat dalam
tangkai sayur-sayuran, bagian inti dalam wortel dan biji jambu biji. Serat yang larut dalam air ;
Pektin, gum dan mukilase terdapat disekeliling
dan di dalam sel tumbuh-tumbuhan. Ikatan-ikatan ini larut dan mengembang
didalam air sehingga membentuk gel. Oleh karena itu, didalam indusri pangan
digunakan sebagai bahan pengental, emulsifier, dan stabilizer.
1)
Pektin, terdapat didalam
sayur dan buah, terutama jenis sitrus, apel,jambu biji, anggur, dan wortel.
Senyawa pektin berfungsi sebagai bahan perekat antar dinding sel. Buah- buahan
yang mempunyai kandungan pektin tinggi baik untuk dibuat selai atau jeli.
2)
Gum, terdiri atas
10.000-30.000 unit yang terutama terdiri atas glukosa, galaktosa, manosa,
arabinosa, ramnosa, dan asam uronat. Gum arabic adalah sari pohon atasia. Gum
diekstraksi secara komersial dan digunakan dalam industri pangan sebagai
pengental, emulsifier (zat pengemulsi adalah zat untuk membantu menjaga
kestabilan emulsi minyak dan air) , dan stabilizer.
3)
Mukilase, merupakan struktur kompleks yang mempunyai ciri khas, yaitu
memiliki komponen asam D-galakturonat. Mukilase terdapat didalam biji-bijian
dan akar. Mukilase berfungsi untuk mencegah kekeringan.
D.
Pencernaan, Absorpsi, dan
Ekskresi Karbohidrat
Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi
karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-ikatan yang lebih kecil,
terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembuluh
darah melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai
dimulut dan berakhir di usus halus. Karbohidrat yang tidak dicernakan memasuki
usus besar untuk sebagian besar di keluarkan dari tubuh.
1.
Mulut
Pencernaan karbohidrat dimulai dari mulut.
Bolus makanan yang diperoleh setelah makan dikunyah bercampur dengan ludah yang
mengandung enzim amilase (ptialin). Amilase menghidrolisis pati (amilum)
menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu dekstrin. Bila berada dimulut
cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Enzim amilase ludah
bekerja paling baik pada pH netral. Bolus yang ditelan masuk kedalam lambung.
Amilase ludah yang ikut masuk kelambung dicernakan oleh asam klorida (Hcl) dan
enzim pencernaan protein yang terdapat dilambung, sehingga pencernaan
karbohidrat didalam lambung terhenti
2.
Usus Halus
Sebagian besar pencernaan karbohidrat terjadi
didalam usus halus. Enzim amilase yang dikeluarkan oleh pankreas, mencernakan
pati menjadi dekstrin dan maltosa. Penyelesaian pencernaan karbohidrat
dilakukan oleh enzim-enzim disakaridase yang dikeluarkan oleh sel-sel mukosa
usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase. Hidrolisis disakarida oleh
enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan monosakarida dihasilkan sebagi
berikut :Monosakalida glukosa, fruktosa, dan galaktosa kemudian diabsorpsi melalui sel epitel usus halus dan diangkut
oleh sistem sirkulasi darah melalui vena porta. Bila konsentrasi monosakarida
didalam usus halus atau pada mukosa sel cukup tinggi, absorpsi dilakukan secara
pasif. Tapi, bila konsentrasi turun, absorpsi dilakukan secara aktif melawan
gradien konsentrasi dengan menggunakan energi dari ATP dan ion natrium. Glukosa
dan galaktosa lebih cepat diabsorpsi dari pada fruktosa. Monosakarida memaluli
vena porta dibawah kehati dimana fruktosa dan galaktosa diubah menjadi glukosa. Jadi , semua disakarida pada akhirnya diubah menjadi glukosa.
Maltosa maltase 2 mol glukoasa
Sakarosa sukrase 1 mol glukosa + 1 mol fruktosa
Laktosa laktase 1 mol glukosa + 1 mol galaktosa
3.
Usus Besar
Dalam waktu 1 -4 jam setelah selesai makan,
pati non karbohidrat atau serat makanan dan sebagian pati yang tidak dapat
dicerna,akan di masukkan kedalam usus
besar. Sisa-sisa pencernaan ini merupakan substrat
potensial untuk di fermentasi oleh mikrooganisme dalam usus bersar. Produk
utama fermentasi karbohidrat didalam usus besar adalah karbondioksida,
hidrogen, metan dan asam-asam lemak rantai lemak yang mudah menguap seperti,
asam asetat, asam propionat dan asam butirat. Pada kadar rendah, sebagian besar
gas-gas hasil fermentasi diabsorpsi dan dikeluarkan melalui paru-paru. Bila
melebihi kemampuan kolon untuk mengabsorpsi, gas-gas ini akan dikeluarkan
melalui anus (flatus).
E.
Metabolisme karbohidrat
Pada
bagian-bagian terdahulu Anda telah mempelajari berbagai macam karbohidrat, antara
lain monosakarida, disakarida, oligosakarida serta polisakarida. Karbohidrat
siap dikatabolisir menjadi energi jika berbentuk monosakarida. Energi yang
dihasilkan berupa Adenosin trifosfat (ATP). Glukosa merupakan karbohidrat
terpenting. Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam
aliran darah, atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam
hati, serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat
dibentuk. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali
hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. Unsur ini diubah menjadi
karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik, misalnya glikogen untuk
simpanan, ribose dalam bentuk asam nukleat, galaktosa dalam laktosa susu, dalam
senyawa lipid kompleks tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan protein, yaitu
glikoprotein serta proteoglikan.
Berikut beberapa penyakit akibat kelainan metabolisme
karbohidrat:
- Galaktosemia
Galaktosemia (kadar galaktosa yang tinggi dalam
darah) biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim galaktose 1-fosfat uridil
transferase. Kelainan ini merupakan kelainan bawaan.
Sekitar 1 dari 50.000-70.000 bayi terlahir tanpa enzim tersebut.
Patofisiologis awalnya,pasien tampak normal, tetapi beberapa hari atau beberapa
minggu kemudian, nafsu makannya akan berkurang, muntah, tampak kuning
(jaundice) dan pertumbuhannya yang normal terhenti.
Hati
membesar, di dalam air kemihnya ditemukan sejumlah besar protein dan asam
amino, terjadi pembengkakan jaringan dan penimbunan cairan dalam tubuh.
Karena kelainan ini merupakan herediter yang
dibawa oleh ibu atau ayahnya, seorang wanita yang diduga membawa gen untuk
penyakit ini sebaiknya tidak mengkonsumsi galaktose selama kehamilan.
Jika pengobatan tertunda, anak akan memiliki
tubuh yang pendek dan mengalami keterbelakangan mental. Banyak yang menderita
katarak. Kebanyakan penyebabnya tidak diketahui.
Pasien dengan galaktosemia, dilarang
mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung galaktosa dari karbohidrat seumur
hidupnya, seperti susu yang kaya akan galaktosa.
- Glikogenesis
Glikogenosis (Penyakit penimbunan
glikogen) adalah sekumpulan penyakit keturunan yang disebabkan oleh tidak
adanya 1 atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi
glikogen atau mengubah glikogen menjadi glukosa(untuk Glikogenosis digunakan
sebagai energi). Pada glikogenosis, sejenis atau sejumlah glikogen yang
abnormal diendapkan di dalam jaringan tubuh, terutama di hati.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil
pemeriksaan terhadap contoh jaringan (biasanya otot atau hati), yang
menunjukkan adanya enzim yang hilang.
Pengobatan tergantung kepada jenis penyakitnya.
Untuk membantu mencegah turunnya kadar gula darah, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dalam porsi kecil sebanyak beberapa kali dalam sehari. Pada beberapa anak yang masih kecil, masalah ini bisa diatasi dengan memberikan tepung jagung yang tidak dimasak setiap 4-6 jam. Kadang pada malam hari diberikan larutan karbohidrat melalui selang yang dimasukkan ke lambung.
Untuk membantu mencegah turunnya kadar gula darah, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dalam porsi kecil sebanyak beberapa kali dalam sehari. Pada beberapa anak yang masih kecil, masalah ini bisa diatasi dengan memberikan tepung jagung yang tidak dimasak setiap 4-6 jam. Kadang pada malam hari diberikan larutan karbohidrat melalui selang yang dimasukkan ke lambung.
Penyakit penimbunan glikogen cenderung
menyebabkan penimbunan asam urat, yang dapat menyebabkan gout dan batu ginjal.
Untuk mencegah hal tersebut seringkali perlu diberikan obat-obatan.
Pada beberapa jenis glikogenesis, untuk
mengurangi kram otot, aktivitas anak harus dibatasi.
- Intoleransi Fruktosa Herediter
Intoleransi Fruktosa Herediter adalah suatu
penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat menggunakan fruktosa karena tidak
memiliki enzim fosfofruktaldolase.
Sebagai akibatnya, fruktose 1-fosfatase (yang
merupakan hasil pemecahan dari fruktosa) tertimbun di dalam tubuh, menghalangi
pembentukan glikogen dan menghalangi perubahan glikogen menjadi glukosa sebagai
sumber energi.
Mencerna
fruktosa atau sukrosa (yang dalam tubuh akan diuraikan menjadi fruktosa, kedua
jenis gula ini terkandung dalam gula meja) dalam jumlah yang lebih, bisa
menyebabkan:
- hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) disertai keringat dingin
- tremor (gerakan gemetar diluar kesadaran)
- linglung
- mual
- muntah
- nyeri perut
- kejang (kadang-kadang)
- koma.
- hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) disertai keringat dingin
- tremor (gerakan gemetar diluar kesadaran)
- linglung
- mual
- muntah
- nyeri perut
- kejang (kadang-kadang)
- koma.
4.
Fruktosuria
Fruktosuria merupakan suatu keadaan yang tidak
berbahaya, dimana fruktosa dibuang ke dalam air kemih. Fruktosuria disebabkan
oleh kekurangan enzim fruktokinase yang sifatnya diturunkan.
1 dari 130.000 penduduk menderita
fruktosuria. Fruktosuria tidak
menimbulkan gejala, tetapi kadar fruktosa yang tinggi di dalam darah dan air
kemih dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus.
Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.
Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.
5.
Pentosuria
Pentosuria adalah suatu keadaan yang tidak
berbahaya, yang ditandai dengan ditemukannya gula xylulosa di dalam air kemih
karena tubuh tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mengolah xylulosa.
Pentosuria hampir selalu hanya ditemukan pada
orang Yahudi.
Pentosuria tidak menimbulkan masalah kesehatan, tetapi adanya xylulosa dalam air kemih bisa menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus.
Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.
Pentosuria tidak menimbulkan masalah kesehatan, tetapi adanya xylulosa dalam air kemih bisa menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus.
Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.
6.
Diabetes
melitus (Hiperglykemia)
Penyebab penyakit ini adalah defisiensi
insulin. Gejala klinis yang terjadi akibat penyakit ini adalah Hiperglikemia
yaitu Glikosuria
Dapat
diikuti gangguan sekunder metabolisme protein dan lemak juga dapat berakhir
dengan kematian. Kebanyakan yang menderita penyakit ini adalah orang yang
berusia antara 50-60 tahun atau pada lansia.
F.
KOMPLIKASI DIABETES MELITUS
Merupakan gangguan biokimia. Cedera morfologik sebenarnya tidak dapat untuk
menegakkan diagnosis. Tidak selalu sebagai dasar dari pada gangguan
metabolisme. 20 % penderita meninggal tidak menunjukkan bukti-bukti kelainan
anatomik prankeas.
1.
Seperempat penderita : pankreasnya normal
2.
Pada umumnya kerusakan pada sel beta ringan → tidak mungkin
menimbulkan gangguan produksi insulin Bila ada : Hialinisasi Fibrosis
3.
Vakoalisasi hidropik yang sebenarnya merupakan penimbunan glikogen
Pembuluh darah
4.
Bila gangguan metabolisme karbohidrat terlalu
lama → hiperglikemik menahun, pada otot, hati dan jantung terjadi
difisiensi.
5.
Lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga →lemak dalam darah
bertambah.
6.
Lipaemia dan cholestrolimia → gangguan vaskular, dengan
komplikasi aterioskelosis merata → skeloris pembuluh darah arteri
coronaria, ginjal dan retinaMata
7.
Skelosis arteri retina → retinitis diabetika.Berupa perdarahan
kecil-kecil tidak teratur
8.
pelebaran pembuluh darah retina dan berkeluk-keluk
9.
kapiler-kapiler membentuk mikroaneurisma
10.
Jantung
11.
Sklerosis arteri coronaria → infrak otot jantung Ginjal
Kelainan degeneratif pada
alat vaskular glomeruler – tubular
pyleonepritis akut maupun kronis
12.
Kulit
13.
Penimbunan lipid dlm makropag-makropag pada dermis →xantoma
14.
Susunan syaraf
15.
Pada syaraf tepi dan kadang medula spinalis
16.
Perubahan degeneratif
17.
Demyelinisasi
18.
Fibrosis
19.
Mungkin berhubungan dengan skelosis pembuluh darah
G.
Sekilas tentang metabolisme
Peristiwa
yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah Metabolisme
Intermediat. Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang
berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing
molekul, tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit
melewati lintasan tersebut.
Lintasan
metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori:
1.
Lintasan
anabolik (penyatuan/pembentukan)
Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawa
pembentuk struktur dan mesin tubuh. Salah satu contoh dari kategori ini adalah
sintesis protein.
2.
Lintasan
katabolik (pemecahan)
Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan
energi bebas, biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen
pereduksi, seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif.
3.
Lintasan
amfibolik (persimpangan)
Lintasan
ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat pada persimpangan metabolisme
sehingga bekerja sebagai penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan
katabolik. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat.
Langkah-langkah
dalam metabolisme karbohidrat :
1.
GLIKOLISIS yaitu: dimana glukosa
dimetabolisme menjadi piruvat (aerob) menghasilkan energi (8 ATP)atau laktat
(anerob)menghasilkan (2 ATP).
2.
GLIKOGENESIS yaitu: proses perubahan
glukosa menjadi glikogen. Di Hepar/hati berfungsi: untuk mempertahankan kadar gula
darah. sedangkan di Otot bertujuan: kepentingan otot sendiri dalam membutuhkan
energi.
3.
GLIKOGENOLISIS yaitu : proses
perubahan glikogen menjadi glukosa. atau kebalikan dari GLIKOGENESIS.
4.
JALUR PENTOSA FOSFAT yaitu : hasil
ribosa untuk sintesis nukleotida, asam nukleat dan equivalent pereduksi (NADPH)
(biosintesis asam lemak dan lainnya.)
5.
GLUKONEOGENESIS : senyawa
non-karbohidrat (piruvat, asam laktat, gliserol, asam amino glukogenik) menjadi
glukosa.
6.
TRIOSA FOSFAT yaitu: bagian gliseol
dari TAG (lemak)
7.
PIRUVAT & SENYAWA ANTARA SIKLUS
KREBS : untuk sintesis asam amino --> Asetil-KoA --> untuk sintesis asam
lemak &kolesterol --> steroid.
H. Fungsi Karbohidrat
Selain sebagai sumber energi, karbohidrat
juga berfungsi sebagai cadangan makanan, pemberi rasa manis pada makanan,
membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus, penghemat
protein karena bila karbohidrat makanan terpenuhi, protein terutama akan
digunakan sebagai zat pembangun. Karbohidrat juga berfungsi sebagai pengatur
metabolisme lemak karena karbohidrat mampu mencegah oksidasi lemak yang tidak
sempurna.
1. Defisiensi karbohidrat
Manusia membutuhkan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan menimbulkan masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan sehari untuk mencegah terjadinya ketosis.
Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan keseimbangan tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber enersi. Jika asupan karbohidrat ditiadakan, maka cadangan lemak dalam jaringan adiposa akan dimobilisasi sedemikian cepatnya, sehingga tubuh tidak dapat mengoksidasi karbohidrat seluruhnya menjadi CO2 dan H2O. Sebagian dari hasil pemecahan lemak itu akan diubah menjadi substansi yang disebut dengan keton bodies. Walaupun tubuh dapat menggunakan keton bodies ini sebagai penghasil enersi dan dieksresikan melalui urine, produksi dalam jumlah besar akan teljadi penumpukan keton bodies di dalam darah dan mengakibatkan terjadinya ketosis.
Hal ini sangat berbahaya dan dapat terjadi pada penderita Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol. Jumlah asupan karbohidrat juga mempengaruhi penggunaan protein sebagai penghasil enersi. Jika asupan karbohidrat rendah, tubuh akan memecah asam amino untuk menghasilkan enersi dan mensintesa glukosa tubuh, sehingga jaringan yang membutuhkan gula ini akan mampu menjalankan fungsinya. Oleh karena sebagian protein tubuh digunakan untuk tujuan ini, maka sedikit karbohidrat dapat menyebabkan pemecahan dari jaringan otot untuk menghasilkan enersi.
Gejala yang timbul akibat asupan karbohidrat yang rendah adalah fatique, dehidrasi, mual, nafsu makan berkurang, dan tekanan darah kadang-kadang turun dengan mendadak sewaktu bangkit dari posisi berbaring (hipotensi ortostatik).
Asupan karbohidrat yang adekwat, penting untuk mempertahankan cadangan glikogen yang dibutuhkan pada aktifitas fisik jangka panjang. Peningkatan glikogen otot dengan adanya proses penumpukan karbohidrat akan menambah stamina 30-60 menit lebih lama.
2.
Karbohidrat yang tersedia di dalam makanan.
Sumbangan
yang berasal dari karbolridrat pada berbagai makanan dapat dilihat pada tabel.
1 dan 2. Sumber utama karbohidrat yang dapat di cerna berasal dari nabati.
Makanan yang berasal dari tanaman ini juga merupakan satu-satunya sumber serat


Makanan
yang berasal dari hewan yang mengandung karbohidrat dalam jumlah cukup banyak
adalah susu, tiram dan hati.

Skema. 2 Perubahan karbohidrat di dalam tubuh

Disini zat antara itu diubah menjadi glikogen, mengisi
kembali cadangan glikogen yang telah dipergunakan untuk meningkatkan kadar gula
darah. Peristiwa oksidasi glukosa di dalam jaringan-jaringan terjadi secara
bertahap dan pada tahap-tahap itulah enersi dilepaskan sedikit demi sedikit,
untuk dapat digunakan selanjutnya.
Melalui suatu deretan proses-proses kimiawi, glukosa
dan glikogen diubah menjadi asam pyruvat. Asam pyruvat ini merupakan zat antara
yang sangat penting dalam metabolisme karbohidrat. Asam pyruvat dapat segera
diolah lebih lanjut dalam suatu proses pada "lingkaran Krebs". Dalam
proses siklis ini dihasilkan CO2 dan H2O dan terlepas enersi dalam
bentuk persenyawaan yang mengandung tenaga
kimia yang besar yaitu ATP (Adenosin Triphosphate). ATP
ini mudah sekali melepaskan enersinya sambi}berubah menjadi ADP (Adenosin
Diphos phate). Sebagian dari asam piruvat dapat diubah menjadi "asam
laktat". Asam laktat ini dapat keluar dari sel-sel jaringan dan memasuki
aliran darah menuju ke hepar.
Di dalam hepar asam laktat diubah kembali menjadi asam
pyruvat dan selanjutnya menjadi glikogen, dengan demikian akan menghasilkan
enersi.
Hal ini hanya terdapat di dalam hepar, tidak dapat
berlangsung di dalam otot, meskipun di dalam otot terdapat juga glikogen.
Sumber glikogen hanya berasal dari glukosa dalam darah. Metabolisme karbohidrat
selain di pengaruhi oleh enzim-enzim, juga diatur oleh hormon-hormon tertentu.
Hormon Insulin yang dihasilkan oleh "pulau-pulau Langerhans" dalam
pankreas sangat memegang perananan penting. Insulin akan mempercepat oksidasi
glukosa di dalam jaringan, merangsang perubahan glukosa menjadi glikogen di
dalam sel-sel hepar maupun otot. Hal ini terjadi apabila kadar glukosa di dalam
darah meninggi. Sebaliknya apabila kadar glukosa darah menurun, glikogen hati
dimobilisasikan sehingga kadar glukosa darah akan menaik kembali. Insulin juga
merangsang glukoneogenesis, yaitumengubah lemak atau protein menjadi glukosa.
Juga beberapa horrnon yang dihasilkan oleh hypophysis dan
kelenjar suprarenal merupakan pengatur-pengatur penting dari metabolisme
karbohidrat.
Enzim sangat diperlukan
pada proses-proses kimiawi metabolisme zat-zat makanan. vitamin-vitamin
sebagian dari enzim, secara tidak langsung berpengaruh pada metabolisme
karbohidrat ini. Tiamin (vitamin B1) diperlukan dalam proses dekarboksilase
karbohidrat. Kekurangan vitamin B1 akan menyebabkan terhambatnya enzim-enzim
dekarboksilase, sehingga asam piruvat dan asam laktat tertimbun di dalam tubuh.
Penyakit yang ditimbulkan akibat defisiensi vitamin B1 itu dikenal sebagai
penyakit beri-beri.
Regulasi Kadar Gula Darah
Tanpa
bantuan hormon, kadar gula darah akan mengalami fluktuasi yang besar. Kadar
gula darah akan segera meningkat sesudah makan, dan sebaliknya bila tidak ada
asupan makanan pada periode tertentu, kadar gula darah akan turun sangat
rendah. Untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang membahayakan ini, tubuh akan
meregulasi glukosa darah dengan menggunakan hormon insulin dan glukagon.
Hormon insulin
disekresikan oleh sel-sel beta pankreas apabila kadar gula darah meninggi
(hiperglikemia), yang biasanya terjadi sesudah rnakan, seperti nasi, roti,
gula, dan lain sebagainya. Peninggian kadar gula darah ini, akan merangsang sekresi
insulin dari sel-sel β pulau Langerhans pankreas. Sekresi Insulin ini
berlangsung dalam dua rase, pada rase pertama kadar insulin melonjak tinggi
seketika. Hal ini terjadi 10 menit sesudah kenaikan kadar gula darah, dan
dimungkinkan karena ada simpanan insulin dalam granula. Kemudian terjadi rase
ke dua yang bersifat lambat, berlangsung selama lebih dari 10 menit sampai 2
jam. Dalam jam pertama sesudah makan, gula darah meningkat sampai 160 11 mg%,
dan kemudian menurun lagi berkat pengaruh insulin, sehingga 2 jam sesudah makan
kadar gula darah normal kembali, yakni 120 mg%. Insulin akan merangsang
pengambilan glukosa oleh jaringan dan kemudian memecahnya menjadi enersi,
menyimpannya dalam bentuk glikogen dan mengubahnya menjadi lemak. Dengan proses
tersebut diatas, kadar gula darah akan menurun dan kembali normal 2 sampai 2 ½
jam sesudah makan.

Sebaliknya
bila kadar gula darah rendah, hormon glukagon yang dihasilkan sel-sel α
pankreas akan rnenstimulasi sintesa glukosa dari asam amino, menyebabkan
terlepasnya glikogen dari hepar, yang akan rneninggikan kadar gula darah. Jadi,
aktifitas hormon insulin dan glukagon berlawanan satu sama lain.
Ada
juga hormon lain yang dapat rnernbantu rneninggikan kadar gula darah, salah
satu yang paling penting adalah epinefrin (adrenalin) yang merangsang
pernbebasan glukosa dari glikogen. Hormon epinefrin ini akan disekresikan pada
situasi dimana tubuh dalam keadaan stress ataupun dalarn keadaan bahaya.
Peningkatannya akan menaikkan kadar gula darah, yang akan membantu tubuh untuk
berkelahi atau berlari langkah seribu.
Diabetes Mellitus
Pada
defesiensi insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalarn sel-sel, sehingga kadar
gula darah meninggi, namum timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan
untuk rnenghasilkan enersi untuk keperluan sel-sel yang membutuhkannya. Glukosa
yang tertumpuk itu dibuang melalui ginjal ke dalam urine, sehingga terjadi
glukosuria.
Karena glukosa tidak
dapat dipergunakan sebagai penghasil enersi, maka lemak dan protein lebih
banyak dipecah untuk menghasilkan enersi yang dibutuhkan, sehingga terjadi
peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan pemecahan asam lemak akan menghasilkan
keton bodies, sehingga bila keton bodies ini meninggi dalam darah (ketosis)
akan mengakibatkan penurunan pH darah, sehingga terjadi asidosis.
Karies dentis
Hubungan
antara konsumsi karbohidrat dengan terjadinya karies dentis ada kaitannya
dengan pembentukan plaque pada permukaan gigi. Plaque terbentuk dari sisa-sisa
makanan yang melekat di sela-sela gigi. Plaque ini akhirnya akan ditumbuhi
bakteri yang dapat mengubah pH rongga mulut menurun sampai dengan pH 4,5. Pada
keadaan demikian maka struktur email gigi akan terlarut (email tidak larut pada
pH 5,41). Konsumsi gula murni (permen, coklat, karamel) sering, akan
menyebabkan keasaman rongga mulut menjadi permanen, sehingga semakin banyak
email yang terlarut. Kerusakan email yang parah, disebut dengan karies dentis.
Dari berbagai
penelelitian sukrosa (gula bit dan gula tebu) mempunyai efek kariogenik lebih
tinggi dibandingkan dengan fruktosa, glukosa dan maltosa. Sedangkan karbohidrat
kompleks seperti amilum dan dekstrin, efek kariogeniknya tidak ada sama sekali.
3.
Macam-macam
Karbohidrat
Molekul karbohidrat ada yang tersusun dalam
bentuk sederhana dan dalam bentuk kompleks. Berdasarkan susunan molekulnya,
karbohidrat dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu monosakarida, digosakarida
dan polisakarida.
a.
Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling
sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat
diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat yang lain. Monosakarida di
klasifikasikan menjadi 6 jenis, yaitu: Diosa (C2H4O2), Triosa (C3H6O3), Tetrosa
(C4H8O4), Pentosa (C5H10O5), Heksosa (C6H12O6), dan Heptosa (C7H14O7) . Namun
sebagian besar monosakarida yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah
dari kelompok Heksosa dan Pentosa.
b.
Glukosa
Glukosa adalah salah satu karbohidrat
terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan.
Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.
Glukosa merupakan komponen utama gula darah, menyusun 0,065- 0,11% darah kita.
Glukosa dapat terbentuk dari hidrolisis pati,
glikogen, dan maltosa. Glukosa sangat penting bagi kita karena sel tubuh kita
menggunakannya langsung untuk menghasilkan energi. Glukosa dapat dioksidasi
oleh zat pengoksidasi lembut seperti pereaksi Tollens sehingga sering disebut
sebagai gula pereduksi.
Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa, monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa, monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
c.
Galaktosa
Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa.
Monosakarida ini jarang terdapat bebas di alam. Umumnya berikatan dengan
glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa
mempunyai rasa kurang manis jika dibandingkan dengan glukosa dan kurang larut
dalam air. Seperti halnya glukosa, galaktosa juga merupakan gula pereduksi.
Glukosa dan galaktosa bereaksi positif terhadap Larutan fehling, yaitu dengan
menghasilkan endapan merah bata dari Cu2O
d.
Fruktosa
Fruktosa adalah suatu heksulosa, disebut juga
levulosa karena memutar bidang polarisasi ke kiri. Merupakan satu-satunya
heksulosa yang terdapat di alam. Fruktosa murni rasanya sangat manis, warnanya
putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air.
Fruktosa merupakan gula termanis, terdapat dalam madu dan buah-buahan bersama
glukosa.
e.
Manosa
Manosa adalah
gula aldehida yang dihasilkan dari oksidasi manitol dan memiliki sifat-sifat
umum yang serupa dengan glukosa. Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di
gurun pasir, seperti di Israel terdapat di dalam manna yang mereka olah untuk
membuat roti.
f.
Ribosa
Ribosa adalah
gula pentosa yang ditemukan dalam semua sel tumbuhan dan hewan dalam bentuk
furanosa. Ribosa merupakan komponen RNA yang digunakan untuk transkripsi
genetika. Selain itu Ribosa juga berhubungan erat dengan deoksiribosa, yang
merupakan komponen dari DNA. Ribosa juga meupakan komponen dari ATP, NADH, dan
beberapa kimia lainnya yang sangat penting bagi metabolisme.
g.
Xilosa
Xilosa suatu
gula pentosa, yaitu monosakarida dengan lima atom karbon dan memiliki gugus
aldehida. Gula ini diperoleh dengan menguraikan jerami atau serat nabati
lainnya dengan cara memasaknya dengan asam sulfat encer. Xilosa berbentuk
serbuk hablur tanpa warna yang digunakan dalam penyamakan dan pewarnaan dan
dapat juga digunakan sebagai bahan pemanis untuk penderita kencing manis
(diabetes mellitus).
h.
Arabinosa
Arabinosa disebut
juga gula pektin atau pektinosa. Arabinosa bersumber dari Getah Arab , Plum,
dan Getah Ceri , namun tidak memiliki fungsi Fisiologis. Arabinosa berupa
kristal putih yang larut dalam air dan gliserol namun tidak larut dalam alkohol
dan eter. Arabinosa digunakan dalam obat-obatan dan medium pembiakan bakteri.
Arabisa dalam reaksi Orsinol - HCl memberi warna : Violet , Biru , dan Merah ,
dengan memberi Floroglusional- HCl.
I.
Fungsi serat:
a.
Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Kolesterol telah lama diduga sebagai penyebab
terjadinya aterosklerosis yang akhirnya berakibat timbulnya penyakit jantung
koroner. Produk akhir metabolisme kolesterol adalah asam empedu. Serat yang
berasal dari makanan sesampainya di saluran pencernaan akan mengikat asam
empedu. Dalam keadaan terikat, asam empedu her sarna-sarna serat dikeluarkan
dalam bentuk feses. Dengan dernikian semakin banyak serat dimakan, maka semakin
banyak lernak dan kolesterol dikeluarkan.
Masyarakat yang mengkonsumsi makanan tinggi serat
(terutama serat dari seralia dan kacang-kacangan).cenderung kadar kolesterol
darah rendah serta angka kematian akibat penyakit jantung koroner lebih rendah
dibandingkan dengan orang Eropa yang konsumsi seratnya sangat sedikit.
Penelitian lain menunjukkan bahwa suku terasing Masai di Afrika yang hidupnya
berburu dan suku Venda di Afrika Selatan yang hidupnya bercocok tanam, tidak
ditemukan adanya penyakit jantung koroner, walaupun mereka mengkonsurnsi lemak
hewan dalam jumlah yang tinggi, yaitu masing-rnasing 300 gram dan 126 gram per
hari. Hal tersebut disebabkan mereka makan jagung yang tidak digiling rata-rata
494 gram per-hari, yang kadar seratnya diperkirakan 5,7 gram. Dibandingkan
dengan orang Inggris yang rata-rata hanya mengkonsumsi serat sebanyak 0,5 gram
per hari.
b.
Mencegah kanker pada usus besar
Kanker pada usus besar (kolon) diakibatkan masuknya
benda-benda asing ke dalam usus besar, benda-benda asing tersebut akan diubah
sifatnya menjadi karsinogenik. Adanya serat kasar yang melalui kolon,
mengakibatkan lingkungan rnikroba terganggu sehingga aktifitas mikroba tersebut
berkurang.
c.
Mencegah penyakit Diabetes
Pemyataan ini didukung oleh suatu penelitian yang
dilakukan di Capetown, yang menunjukkan bahwa pada penduduk yang mengkonsumsi
serat rata-rata 6,5 gram per hari ditemukan penderita Diabetes sebanyak 3,6 %.
Sedangkan penduduk yang makan serat rata-rata 24,8 gram per hari hanya
ditemukan 0,05 % penderita.
d.
Mencegah penyakit divertikular
Konsumsi serat yang cukup akan menghasilkan feses yang
lembut sehingga dengan konstraksi otot yang rendah (< 10 mm Hg) feses dapat
dikeluarkan dengan lancar. Apabila konsurnsi serat berkurang, maka volume
kotoran menjadi kecil-kecil dan keras (seperti feses kambing), sehingga untuk
membuangnya membutuhkan konstraksi otot yang lebih besar (tekanan bisa mencapai
> 90 mm Hg). Apabila tekanan kuat tersebut berlangsung berulang ulang setiap
hari dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot kolon menjadi lelah dan
lemah. Keadaan ini menyebabkan penyakit "divertikular", yaitu
penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul yang kadang-kadang disertai
peradangan yang dapat menimbulkan infeksi.
e.
Mencegah kegemukan
Dengan adanya serat, maka penyerapan karbohidrat, lemak
dan protein menjadi ber kurang. Jika hal ini dilakukan secara teratur dan
berkesinambungan, maka kegemukan dapat dihindari. Serat mampu memberikan
perasaan kenyang dalam waktu yang cukup lama.
Sumber serat yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia dan
kacang-kacangan. Memakan sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak mepunyai
fungsi ganda yaitu disamping sebagai sumber serat juga merupakan sumber vitamin
dan mineral, yang semua itu sangat dibutuhkan untuk memelihara kesehatan tubuh
manusia.
Produk makanan hewani, seperti daging, ikan susu dan telur serta
basil-basil olahannya, umumnya mengandung serat dalam jumlah yang sedikit.
Sayuran yang ban yak mengandung serat adalah, bayam, kangkung, buncis, daun
beluntas, daun singkong, kacang panjang, daun katuk, daun kelor, sawi, kecipir,
kol dan lain-lain. Buah-buahan yang banyak mengandung tinggi serat adalah,
alpukat, belimbing, srikaya, cempedak, nangka, durian, jeruk, kedondong,
kemang, mangga, nenas dan sebagainya.
Seralia yang kaya serat adalah beras, jagung, jali dan jewawut.
Beras giling mernpunyai kadar swerat dan vitamin (khususnya vitamin B I) lebih
rendah dari beras turnbuk, karena itu memilih beras sebaiknya jangan yang
terlalu bersih (putih). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah
kacang bogar, kacang merah, kacang ijo, kedele, serta kacang-kacangan lainnya.
J.
Sifat-sifat
Pada Karbohidrat
- Semua karbohidrat bersifat optis aktif
- Monosakarida dan disakarida rasanya manis dan larut pada air, sedangkan polisakarida rasanya tawar dan tidak larut pada air
- Beberapa reaksi pada karbohidrat:
a)
Hidrolisis
: polisakarida H2O/H+ disakarida H2O/H+ monosakarida
b)
Fermentasi :
glukosa ragi etanol + CO2
c)
Dehidarasi :
karbohidrat H2SO4 karbon + H2O
K.
Peran Dan Fungsi Karbohidrat
1.
Peran
dalam biosfer
Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di
bumi, baik secara langsung atau tidak langsung. Organisme autotrof seperti
tumbuhan hijau, bakteri, dan alga fotosintetik memanfaatkan hasil fotosintesis
secara langsung. Sementara itu, hampir semua organisme heterotrof, termasuk
manusia, benar-benar bergantung pada organisme autotrof untuk mendapatkan
makanan.
Pada proses fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi
karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya.
Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis ialah gula berkarbon tiga yang
dinamai gliseraldehida 3-fosfat. Senyawa ini merupakan bahan dasar
senyawa-senyawa lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof, misalnya
glukosa, selulosa, dan pati.
2.
Peran sebagai bahan bakar dan nutrisi
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh
makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel.
Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia
bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil
tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular
untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga
berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil
lainnya, termasuk asam amino dan asam lemak.
Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai
energi 4 Kalori. Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia,
umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan
sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia (gandum dan beras),
umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula.
Namun demikian, daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat
bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%–98%.
Serat menurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%.Manusia tidak dapat
mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat
melalui saluran pencernaan dan keluar bersama feses. Serat-serat selulosa
mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang
membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa
disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh makanan
yang sangat kaya akan serat selulosa ialah buah-buahan segar, sayur-sayuran,
dan biji-bijian. Selain sebagai
sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa
di dalam tubuhberperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan
pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
3.
Peran sebagai cadangan energi
Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi
simpanan atau cadangan, yang nantinya akan dihidrolisis untuk menyediakan gula
bagi sel ketika diperlukan. Pati merupakan suatu polisakarida simpanan pada
tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam organel
plastid, termasuk kloroplas. Dengan mensintesis pati, tumbuhan dapat menimbun
kelebihan glukosa. Glukosa merupakan bahan bakar sel yang utama, sehingga pati
merupakan energi cadangan.
Sementara itu, hewan menyimpan polisakarida yang
disebut glikogen. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama
dalam sel hati dan otot. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan
glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. Namun demikian, glikogen tidak dapat
diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. Glikogen
simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan
kembali dengan mengonsumsi makanan.
4.
Peran sebagai materi pembangun
Organisme membangun materi-materi kuat dari
polisakarida struktural. Misalnya, selulosa ialah komponen utama dinding sel
tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak larut di dalam air,
dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu
dari jaringan tumbuhan. Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida
lain, misalnya hemiselulosa dan pektin. Sementara itu, kapas terbuat hampir
seluruhnya dari selulosa.
Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin,
karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) arthropoda (serangga,
laba-laba, crustacea, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin murni mirip seperti
kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat. Kitin juga
ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi.
Sementara itu, dinding sel bakteri terbuat dari
struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan peptida, disebut
peptidoglikan. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori
membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan
sitoplasma di dalam sel.
Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan
molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah proteoglikan,
glikoprotein, dan glikolipid. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas
karbohidrat dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat,
sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan
misalnya pada perekat antarsel pada jaringan, tulang rawan, dan cairan sinovial
yang melicinkan sendi otot. Sementara itu, glikoprotein dan glikolipid
(gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan.
Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi
sebagai penanda sel. Misalnya,
L.
Fungsi Karbohidrat
Fungsi utamanya sebagai sumber energi ( 1 gram karbohidrat
menghasilkan 4 kalori ) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari
karbohidrat diubah langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh, dan sebagian
lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Ada beberapa jaringan
tubuh seperti sistem syaraf dan eritrosit hanya dapat menggunakan energi yang
berasal dari karbohidrat saja.
1.
Menjaga dan mempertahankan kerja sel-sel otak, dan lensa mata.
2.
Mengatur proses metabolisme tubuh.
3.
Menjaga keseimbangan asam dan basa.
4.
Membentuk struktur sel, jaringan dan organ tubuh.
5.
Membantu penyerapan kalsium khusus karbohidrat dari jenis laktosa.
6.
Melindungi protein agar tidak terbakar sebagai penghasil energi.
7.
Membantu metabolisme lemak dan protein, dengan demikian dapat
mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
8.
Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi zat-zat toksik
tertentu.
9.
Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh.
Ribosa merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
10.
Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna,
mengandung serat (dietary fiber) berguna untuk pencernaan, seperti selulosa,
pektin dan lignin.
M.
Sumber
Karbohidrat

Berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat:
·
Nasi
·
Jagung
·
Sagu
·
Singkong
·
Ubi
·
Kentang
·
Oat (berasal dari gandum)
·
Pasta
·
Buah
·
Sayur
Prosedur pemeriksaan
1.
Jenis spesimen
Dulu,
pengukuran glukosa dilakukan dengan menggunakan sampel darah lengkap (whole
blood), tetapi hampir seluruh laboratorium melakukan pengukuran kadar
glukosa dengan sampel serum. Serum memiliki kadar air yang tinggi daripada
darah lengkap, sehingga serum dapat melarutkan lebih banyak glukosa. Untuk
mengubah glukosa darah lengkap, kalikan nilai yang diperoleh dengan 1,15 untuk menghasilkan
kadar glukosa serum atau plasma.
Pengumpulan
darah dalam tabung bekuan untuk analisis serum memungkinkan terjadinya
metabolisme glukosa dalam sampel oleh sel-sel darah sampai terjadi pemisahan
melalui pemusingan (sentrifugasi). Jumlah sel darah yang tinggi dapat
menyebabkan glikolisis yang berlebihan sehingga terjadi penurunan kadar
glukosa. Untuk mencegah glikolisis tersebut, serum harus segera dipisahkan dari
sel-sel darah.Suhu lingkungan tempat darah disimpan sebelum diperiksa turut
mempengaruhi tingkat glikolisis. Pada suhu kamar, diperkirakan terjadi
penurunan kadar glukosa 1-2% per jam. Sedangkan pada suhu lemari pendingin,
glukosa tetap stabil selam beberapa jam di dalam darah.Penambahan natrium
fluoride (NaF) pada sampel darah dapat menghambat glikolisis sehingga kadar
glukosa dapat dipertahankan bahkan dalam suhu kamar.
2.
Pengumpulan
spesimen
Pengambilan
darah harus dilakukan pada lengan yang berlawanan dengan lengan tempat
pemasangan selang IV. Pengambilan darah pada lengan yang terpasang selang IV
dapat dilakukan asalkan aliran selang dihentikan paling tidak selama 5 menit
dan lengan diangkat untuk mengalirkan cairan infuse menjauhi vena-vena.
Pencemaran 10% oleh cairan dextrose 5% (D5W) dapat meningkatkan kadar glukosa
dalam sampel sebesar 500 mg/dl atau lebih. Darah arteri, vena, dan kapiler
memiliki kadar glukosa yang setara pada keadaan puasa,sedangkan setelah makan,
kadar vena lebih rendah daripada arteri atau kapiler.
Untuk uji
glukosa darah puasa, penderita diminta berpuasa selama 10 jam sejak malam
sebelum diambil darah (misalnya mulai puasa jam 9 malam). Selama berpuasa
penderita tidak boleh melakukan akitifitas fisik yang berat, tidak boleh
merokok, dan tetap diperbolehkan minum air putih. Pagi hari setelah puasa
(misalnya jam jam 8 pagi), penderita diambil darah vena 3-5 ml dikumpulkan
dalam tabung bertutup merah (tanpa antikoagulan) atau dalam tabung tutup
abu-abu (berisi NaF). NaF digunakan untuk mencegah glikolisis yang dapat
mempengaruhi hasil laboratorium. Penderita diminta untuk makan dan minum
seperti biasa, lalu puasa lagi selama 2 jam. Selama berpuasa penderita tidak
boleh melakukan akitifitas fisik yang berat, tidak boleh merokok, dan tetap
diperbolehkan minum air putih.
Untuk uji
glukosa post prandial, penderita diambil darah vena sebanyak 3-5 ml tepat dua
jam setelah makan, dan dikumpulkan dalam tabung bertutup merah (tanpa
antikoagulan) atau dalam tabung tutup abu-abu (berisi NaF). Darah yang telah
diperoleh disentrifus, kemudian serum atau plasmanya dipisahkan dan diperiksa
kadar glukosaUntuk uji glukosa darah sewaktu atau acak/random, penderita tidak
perlu puasa dan pengambilan dapat dilakukan di sembarang waktu.
3.
Metodologi
Dahulu, glukosa
diperiksa dengan memanfaatkan sifat mereduksi glukosa yang non spesifik dalam suatu
reaksi dengan bahan indikator yang memperoleh atau berubah warna jika
tereduksi. Karena banyak jenis pereduksi lain dalam darah yang dapat bereaksi
positif, maka dengan metode ini kadar glukosa bisa lebih tinggi 5-15 mg/dl.
Sekarang,
pengukuran glukosa menggunakan metode enzimatik yang lebih spesifik untuk
glukosa. Metode ini umumnya menggunakan enzim glukosa oksidase atau
heksokinase, yang bekerja hanya pada glukosa dan tidak pada gula lain dan bahan
pereduksi lain. Perubahan enzimatik glukosa menjadi produk dihitung berdasarkan
reaksi perubahan warna (kolorimetri) sebagai reaksi terakhir dari serangkaian
reaksi kimia, atau berdasarkan konsumsi oksigen pada suatu elektroda pendeteksi
oksigen. Chemistry analyzer (mesin penganalisis kimiawi) modern dapat
menghitung konsentrasi glukosa hanya dalm beberapa menit.Di luar laboratorium,
sekarang banyak tersedia berbagai merek monitor glukosa pribadi yang dapat
digunakan untuk mengukur kadar glukosa darah dari tusukan di ujung jari. Alat
ini cukup bermanfaat untuk mengetahui kadar glukosa darah dan untuk
menyesuaikan terapi. Namun, alat ini memiliki kekurangan dimana hasil
pengukuran terpengaruh oleh kadar hematokrit dan juga protein serum; kadar
hematokrit yang rendah dapat meningkatkan secara semu kadar glukosa darah, dan
sebaliknya (efek serupa juga berlaku untuk protein serum yang rendah atau
tinggi). Oleh sebab itu, penderita harus secara berkala membandingkan hasil
pengukuran alatnya dengan pengukuran glukosa laboratorium klinik (baku emas)
untuk memperkirakan kemungkinan interferensi fisiologik serta fluktuasi fungsi
alat mereka.
4.
masalah kliniks
PENINGKATAN
KADAR (hyperglycaemia) : diabetes mellitus, asidosis diabetik,
hiperaktivitas kelenjar adrenal (sindrom Chusing), akromegali, hipertiroidisme,
kegemukan (obesitas), feokromositoma, penyakit hati yang parah, reaksi stress
akut (fisik atau emosi), syok, kejang, MCI akut, cedera tabrakan, luka bakar,
infeksi, gagal, ginjal, hipotermia aktifitas, pankreatitis akut, kanker
pankreas, CHF, sindrom pasca gastrektomi (dumping syndrome), pembedahan mayor.
Pengaruh obat : ACTH; kortison; diuretik (hidroklorotiazid, furosemid, asam
etakrinat); obat anestesi, levodopa.
PENURUNAN KADAR
(hypoglycaemia) : reaksi hipoglikemik (insulin berlebih), hipofungsi
korteks adrenal (penyakit Addison), hipopituitarisme, galaktosemia, pembentukan
insulin ektopik oleh tumor/kanker (lambung, hati, paru-paru), malnutrisi,
ingesti alkohol akut, penyakit hati yang berat, sirosis hati, beberapa penyakit
penimbunan glikogen, hipoglikemia fungsional (aktifitas berat), intoleransi
fruktosa herediter, eritroblastosis fetalis, hiperinsulinisme. Pengaruh obat :
insulin yang berlebih, salisilat, obat antituberkulosis.
Faktor yang
Dapat Mempengaruhi Hasil Laboratorium
a. Obat-obatan
(kortison, tiazid, “loop” diuretik) dapat menyebabkan peningkatan kadar gula
darah.
b. Trauma, stress
dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
c. Penundan
pemeriksaan serum dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah.
d. Merokok dapat
meningkatkan kadar gula darah serum.
e. Aktifitas yang
berat sebelum uji laboratorium dilakukan dapat menurunkan kadar gula darah.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari paparan makalah diatas dapat disimpulkan
bahwa:
1.
Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul yang
tersusun atas unsur karbon ( C ),
hidrogen ( H ), dan oksigen ( O ). Karbohidrat merupakan senyawa organik.
Memiliki rumus senyawa CnH2nOn.
2.
Karbohidrat dibagi menjadi dua:
a.
Sederhana : karbohidrat yang cepat diserap oleh
tubuh
b.
Kompleks : karbohidrat yang memerlukan waktu
untuk bisa di serap oleh tubuh.
3. Karbohidrat
berdasarakan ukuran molekulnya dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a. Monosakarida :
merupakan karbohidrat yang paling sederhana, tidak dapat dihidrolisis lagi
menjadi karbohidrat yang lebih kecil. Monosakarida terpenting dibagi menjadi ;
b.
ü glukosa disebut juga dengab gula darah
ü galaktosa
ü fruktosa yang merupakan gula termanis.
ü galaktosa
ü fruktosa yang merupakan gula termanis.
B.
Saran
Karbohidrat merupakan sumber energi
utama bagi tubuh maka perlu kiranya manusia mengetahui apa dan bagaimana itu
karbohidrat sehingga manusia dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonymous D.2012.www.wikipedia.org. diakses tanggal 26 Maret
Anonymous E.2012. http://www.artikelkimia.info.Diakses tanggal 26
Maret
Lehninger, L Albert.1982.Dasar-Dasar Biokimia.Erlangga:Surabaya
Soetopo. 2002. Biokimia.
Yudistira. Bandung.
et, Bambang Haryono,
Suhardi. 1986. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Pusat Antar
Universitas Ilmu Pangan dan Gizi. Yogyakarta.
Winarno, F. O.
2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar